Metronewsindonesia.com 01/03/2026 Iran sedang mendekati kesepakatan besar dengan China untuk membeli rudal jelajah anti-kapal supersonik CM-302, sebuah senjata yang disebut memiliki kemampuan menciptakan ancaman serius bagi kapal-kapal perang besar di perairan strategis. Kesepakatan ini terungkap di tengah meningkatnya kehadiran angkatan laut Amerika Serikat di kawasan dan ketegangan yang terus memanas antara Teheran dan Washington.
Menurut beberapa sumber yang mengetahui negosiasi, Iran hampir menyelesaikan pembelian rudal tersebut dari China, meskipun detail seperti jumlah unit dan jadwal pengiriman belum diputuskan. Rudal CM-302 dirancang untuk melintas rendah di atas permukaan laut dengan kecepatan tinggi sehingga sulit dideteksi dan diintersepsi oleh sistem pertahanan kapal perang modern.
Beberapa analis militer menggambarkan CM-302 sebagai “game-changer” di laut karena kecepatannya yang tinggi, kemampuan menghindari pertahanan, dan potensi untuk menyerang target sasaran besar seperti kapal induk atau kapal perusak. Jangkauannya sekitar 290 kilometer, dan menurut pakar, sistem ini memberikan tekanan strategis yang lebih besar terhadap armada angkatan laut yang beroperasi di perairan seperti Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Laporan juga menyebutkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Beijing telah berlangsung setidaknya selama dua tahun dan semakin intens setelah konflik regional besar tahun lalu. Delegasi militer senior Iran bahkan dilaporkan telah melakukan kunjungan ke China untuk membahas pembelian rudal ini.
Walaupun China mengklaim tidak mengetahui laporan negosiasi tersebut secara resmi, kesepakatan semacam ini akan memperdalam hubungan militer antara kedua negara dan berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan laut di kawasan jika benar-benar terealisasi.
Adapun Amerika Serikat sejauh ini belum mengomentari detail pembicaraan ini secara langsung. Namun, perkembangan ini datang pada saat AS mengerahkan sejumlah besar kapal perang ke wilayah Teluk sebagai bentuk tekanan terhadap Iran, sementara Teheran memperingatkan bahwa setiap tindakan militer akan dibalas dengan tegas.
Langkah Iran untuk mendapatkan CM-302 dipandang sebagai bagian dari strategi pertahanan modernisasi, dengan tujuan menciptakan kapasitas “anti-akses/area denial” yang lebih kuat di perairan strategis, sehingga membuat musuh besar seperti kapal induk AS menghadapi risiko lebih besar jika mencoba mendekat atau melancarkan operasi militer di dekat Iran.
Sumber : Akun Facebook Dunia Fakta






