Metronewsindonesia.com Inget nggak waktu kita kecil dulu? Hari Minggu rasanya panjaaang banget, dan nunggu liburan sekolah berbulan-bulan itu rasanya kayak nunggu satu abad. Tapi sekarang, pas udah dewasa… tahu-tahu udah hari Senin lagi, tahu-tahu udah ganti tahun, ganti umur, dan tiba-tiba waktu kayak lagi ‘ngebut’ pake nos. Kenapa saat dewasa kita kayak kehabisan waktu? Apakah jam di dunia ini beneran berputar lebih cepat?
Secara fisika, satu detik tetaplah satu detik. Tapi di dalam kepala kita, persepsi waktu berubah total seiring bertambahnya usia. Begini penjelasan sainsnya kenapa waktu terasa makin pelit sama kita:
1. Otak Orang Dewasa yang Mulai “Malas” Memotret
Saat kamu masih anak-anak, dunia ini adalah tempat bermain yang penuh keajaiban. Segala hal terasa baru—pertama kali melihat kecoa terbang, pertama kali naik sepeda, pertama
kali ke pantai.
Ketika menghadapi pengalaman baru, otak kita akan bekerja ekstra keras untuk memproses dan merekam setiap detail informasi tersebut secara mendalam. Nah, semakin banyak detail informasi yang direkam oleh otak, maka memori kita akan mempersepsikan bahwa durasi kejadian tersebut berjalan sangat lama.
Sebaliknya, saat dewasa, otak kita sudah terlalu sering melihat dunia. Otak tidak lagi menganggap lingkungan sekitar sebagai hal yang mendebarkan, sehingga ia tidak lagi merekam informasi dengan detail yang sama.
2. Jebakan Batman Bernama “Rutinitas”
Coba ingat-ingat, apa yang kamu lakukan seminggu belakangan ini? Bangun tidur, macet-macetan di jalan, kerja di depan laptop, pulang, scrolling HP, lalu tidur lagi. Siklus ini berulang terus-menerus.
Ketika hidupmu dipenuhi oleh rutinitas yang monoton, otak akan masuk ke mode autopilot. Karena tidak ada “data baru” yang menarik untuk disimpan di memori jangka panjang, otak akan mengompres atau meringkas memori mingguanmu menjadi satu file kecil yang membosankan. Hasilnya? Saat kamu menengok ke belakang, satu minggu atau satu bulan terasa lewat begitu saja dalam sekejap karena otakkmu tidak punya banyak catatan memori untuk diingat.
3. Teori Proporsional (Matematika Umur)
Ada juga teori menarik bernama Teori Proporsional. Bagi seorang anak berusia 5 tahun, waktu satu tahun adalah 20\% dari seluruh total masa hidupnya di bumi. Makanya, satu tahun bagi mereka terasa sangat masif dan lama.
Namun, bagi seseorang yang sudah berusia 30 tahun, waktu satu tahun hanyalah sekitar 3,3\% dari total hidupnya. Secara psikologis, porsi waktu setahun itu terasa jauh lebih kecil dan remeh, sehingga rasanya lewat begitu cepat.
Kesimpulannya
Waktu terasa berjalan lebih cepat bukan karena bumi berputar lebih kencang, melainkan karena kita kekurangan pengalaman baru dan terlalu terjebak dalam rutinitas yang itu-itu saja. Jadi, kalau kamu ingin memperlambat waktu di kepalamu, caranya gampang: keluarlah dari zona nyaman, cari hobi baru, pergi ke tempat baru, dan buat hidupmu tidak lagi berjalan secara autopilot!
Sumber Ilmiah:
Eagleman, D. M. (2009). “Brain time.” What’s Next? Dispatches on the Future of Science.
James, W. (1890). “The Principles of Psychology.” (Teori tentang memori dan persepsi waktu).
Pöppel, E. (1997). “A hierarchical model of temporal perception.” Trends in Cognitive Sciences.
Akun Facebook: Ilmu Pengetahuan Umum





